Ada 1001 Peluang DiSekitar Anda

eringat akan kata-kata pak Bob Sadino, “Ada 1001 peluang di sekitar Anda”. Dahulu saya pikir hal tersebut adalah sesuatu yang mengada-ada, bagaimana mungkin ada 1001 peluang ketika tidak satu pun terlihat bisa menjadi peluang bagi kita. Jika satu tidak ada bagaimana mungkin 100, 200 atau 1000? Sehingga sempat terpikir jika peluang itu hanya dapat ditemukan dengan keberuntungan dan sayangnya keberuntungan tersebut tidak pernah menghinggapi kita.

Dengan berjalannya waktu, sedikit-sedikit kata-kata tersebut memberikan bukti. Memang ada banyak peluang di sekitar kita, kita bisa menganggap peluang tersebut adalah sebuah masalah. Mengapa masalah bisa menjadi peluang? Sejauh yang kita ketahui masalah adalah sesuatu yang membebani kita. Masalah adalah sesuatu yang kita hindari dan tidak berguna untuk dihadapi.

Kita diberikan peluang untuk memecahkan masalah yang tidak banyak orang ingin memecahkannya. Dan sering kali ketika kita memecahkan sebuah masalah maka peluang itu menjadi sukses bagi Anda. Kalau diambil contoh seperti misalnya Bill Gates, Ia berusaha untuk memecahkan masalah tentang terbatasnya akses komputer di kalangan masyarakat karena mahal dan susah digunakan. Bill Gates memecahkan masalah dengan memanfaatkan personal computer yang berharga jauh lebih murah dari UNIX computer dan mengembangkan sistem operasi Windows yang mudah digunakan.

Bill gates adalah contoh sukses besar dalam pemecahan masalah. Di sekitar anda, mungkin Anda pernah melihat sukses-sukses kecil karena mereka berhasil memecahkan masalah. Contoh realnya bisa dilihat dari perkembangan alat-alat pertanian, alat-alat transportasi, alat-alat elektronik, dan alat-alat konstruksi. Semua itu karena mereka bisa memecahkan sebuah masalah.

Jadi bagi orang yang jeli, masalah adalah peluang bagi mereka. Namun disini bukan berarti kita menjadi orang yang suka membuat masalah, namun kita seharusnya adalah orang yang bisa memecahkan masalah. Dengan membiasakan diri untuk memecahkan masalah-masalah kecil maka kita akan terbiasa untuk menciptakan peluang.

Kita tidak harus memanfaatkan 1001 peluang disekitar Anda, tapi pilihlah beberapa yang sesuai dengan minat Anda dan kemampuan Anda saat ini. Jika Anda suka bunga Anda bisa mencari cara untuk membuat tanaman semakin semerbak dan semakin menarik. Jika Anda suka pelihara binatang, mungkin anda bisa mencari cara untuk menyembuhkan penyakit atau mungkin cara menernakannya. Jika Anda berhasil memecahkan masalah tersebut, anda bisa menjual ide tersebut bukan?

Keberuntungan yang disebutkan di paragraf satu sebenarnya bisa dilatih, sehingga kita bisa selalu dihinggapi keberuntungan. Artikel berikut memberikan penjelasan tentang Faktor keberuntungan yang dimiliki oleh beberapa orang.

Semoga artikel yang sangat singkat ini bisa memberikan pencerahan bagi Anda semua. Semoga anda bisa menemukan keberuntungan itu dan memanfaatkan peluang di sekitar Anda.

Advertisements

Setiap Orang Dilahirkan Dengan Bakat Cerdas

Tanpa disadari oleh banyak orang bahwa setiap orang dilahirkan dengan bakat cerdas. Terlebih istilah cerdas selalu dihubungkan dengan kecerdasan dalam bidang ilmu pengetahuan. Sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa istilah cerdas tidak hanya ditujukan bagi orang-orang seperti Albert Einstein ataupun jawara olimpiade sekolah.
Ada banyak macam kecerdasan mulai dari kecerdasan di bidang ilmu pengetahuan, kecerdasan di bidang musikal, kecerdasan di bidang olah raga maupun kecerdasan di bidang finansial. Jika kita sering mengenal istilah IQ maka setiap bidang memiliki ukuran IQ tersendiri. Semakin tinggi IQ di bidang itu maka semakin cerdas dan sukses Anda di bidang itu.
Pertama marilah kita melihat apa sebenarnya IQ tersebut. Berikut adalah kutipan tentang apa itu IQ ???
IQ adalah kependekan dari Intellegence Quotient. Hasil pembagian dua bilangan, yaitu skor yang diperoleh seorang anak dalam suatu tes kecerdasan. Skor tersebut adalah usia mental dibagi usia kronologis dan hasilnya dikalikan dengan 100 untuk dibulatkan.
Test IQ digunakan untuk mengetahui kemampuan kognitif seorang anak. Kemampuan kognitif adalah kemampuan untuk mengelompokan, desentrasi, kemampuan berpikir bolak-balik, dan konsentrasi. Namun kemampuan ini didapatkan secara bertahap, yaitu :
1.Tahapan Simbolik : kemampuan untuk menggunakan simbol, contohnya kemampuan berbahasa. Seperti menggunakan kata “kursi” untuk merujuk pada sebuah benda berkaki empat.
2.Tahapan berhayal : kemampuan simbolik juga diterapkan dalam hayalan, seperti menganggap cd sebagai kapal ufo. Tahapan ini sangat membantu perkembangan anak kita, dengan simbolik anak-anak lebih cepat menguasai banyak kosakata baru.
3.Tahapan mengelompokan : mengelompokan berdasarkan warna, bentuk maupun ukuran.
4.Tahapan mengurutkan : setelah mengelompokkan maka anak harus mampu mengurutkan berdasarkan aturan tertentu. Kemampuan ini akan membantu anak dalam menerapkan suatu aturan pada suatu masalah.
Namun sayangnya orang tua seringkali menggunakan test IQ sebagai ukuran kecerdasan dalam sebuah bidang saja, yaitu kecerdasan di bidang ilmu pengetahuan. Sehingga mereka membombardir anak-anak mereka dengan kursus-kursus pelajaran yang seharusnya sudah diajarkan di sekolah. Hasilnya adalah kejenuhan dan keseimbangan pribadi kurang terlatih.
Salah satu cara untuk melatih kemampuan kognitif adalah melatih kemampuan mengenal jati diri dan mengolah diri. Jadi orang tua seharusnya memberikan pilihan kepada anak sehingga dapat memuncul bakat cerdasnya dalam suatu bidang. Tidak melulu direlasikan dengan kecerdasan di bidang ilmu pengetahuan.
Di dunia kita mengenal Mozart atau Vanessa Mae yang merupakan jenius di bidang musikal. Kemudian kita mengenal Michael Jordan dan Tiger Woods di bidang olah raga. Di politik kita mengenal banyak politikus berbakat seperti Barack Obama. Jadi jika kita melihat dengan cermat selain Albert Einstein ada banyak orang cerdas di berbagai bidang. Point yang dapat dipetik disini bahwa mengetahui bakat cerdas Anda akan memudahkan Anda mencapai kesuksesan di bidang tersebut.
Namun bakat cerdas tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak melatihnya. Contoh jika saja Michael Jordan tidak belajar tentang basket mungkin dia tidak akan sesukses hari ini, atau jika saja Mozart tidak belajar tentang musik maka kita tidak akan mendengar karya Simfoni no. 41 yang terkenal itu. Jadi penting bagi kita untuk melatih diri kita untuk meningkatkan kecerdasan di bidang itu. Semakin banyak masalah yang bisa kita pecahkan semakin tinggi IQ kita di bidang itu.
Contoh di bidang kecerdasan finansial, semakin banyak masalah keuangan yang kita pecahkan maka secara finansial kita semakin cerdas. Masalah yang dahulunya besar menjadi masalah kecil dan kita menjadi lebih percaya diri karena kecerdasan kita meningkat. Tidak heran jika banyak pengusaha sukses seperti Bob Sadino berhasil menggapai posisi saat ini karena sudah berlatih dengan sangat keras selama hidupnya.
Faktor lain yang mendukung kecerdasan Anda adalah lingkungan. Jika Anda tidak memiliki lingkungan yang memadai untuk meningkatkan kecerdasan Anda maka akan sulit bagi Anda untuk berkembang. Mungkin kita tidak akan pernah mendengar nama Tiger Woods jika tidak ada lapangan golf. Atau mungkin kita tidak akan mengenal nama Ariel Peterpan jika Ia tidak bertemu dengan teman-teman musiknya.
Jadi penting bagi Anda memilih lingkungan yang sesuai dengan kecerdasan yang ingin Anda kembangkan. Jika Anda ingin pintar di ilmu pengetahuan bergabunglah dengan klub-klub pengetahuan. Jika ingin pintar bermain musik maka bersosialisasilah dengan teman sesama pemusik. Penting disini kita juga perlu mengembangkan kecerdasan emosi (EQ) , yang salah satunya berhubungan dengan kemampuan membina hubungan dengan orang lain dan bekerja sama dengannya.
Kecerdasan Emosi lainnya yang sangat mendukung kesuksesan Anda adalah kemampuan untuk mengenali, mengelola dan mengekspresikan emosi diri sendiri. Semakin cerdas seseorang maka semakin stabil emosinya dan pintar dalam memotivasi dirinya.
Saya menutup artikel ini dengan menekankan bahwa siapapun Anda, Anda pasti memiliki bakat cerdas. Permasalahannya adalah bagaimana Anda menemukan bakat Anda dan melatihnya untuk mengasah kecerdasan tersebut sehingga mencapai kesuksesan yang diinginkan.

10 Alasan Anda Tidak Kaya

Kebanyakan orang berasumsi mereka tidak kaya karena tidak menghasilkan uang yang cukup. Mereka berkata, jika saja saya bisa menghasilkan uang tambahan maka saya akan bisa menyimpan atau menginvestasikan uang lebih baik.

Masalahnya adalah teori di atas akan selalu berlaku walaupun Anda sudah mengalami peningkatan pendapatan. Menjadi seorang miliuner bukan masalah tentang berapa yang Anda buat, tapi lebih dari itu adalah bagaimana Anda memperlakukan uang dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Daftar alasan mengapa Anda tidak kaya tidak hanya 10, yaitu memikirkan apa yang orang lain katakan, tidak sabar, memiliki kebiasaan buruk, tidak memiliki tujuan atau target, tidak merencanakan dengan baik, mencoba mendapatkan uang dengan cara cepat, memberikan orang lain menghandle uang Anda, invest pada sesuatu yang Anda tidak mengerti, takut akan keuangan, dan mengabaikan masalah keuangan Anda.

Berikut adalah 10 alasan lain yang mungkin menjadikan Anda tidak kaya :

1.Anda terlalu perhatian dengan penampilan mobil Anda : fungsi utama mobil adalah sebagai alat transportasi. tapi kebanyakan orang menganggap mobil sebagai gaya hidup dan mencerminkan Anda sebagai pemilik mobil. Sehingga Anda mengeluarkan banyak uang untuk membeli mobil model baru atau modifikasi.

2.Anda merasa layak untuk mendapatkannya : jika Anda meyakini bahwa Anda berhak mendapatkan gaya hidup tertentu, memiliki barang-barang tertentu, dan akhirnya Anda membelanjakan uang Anda untuk menjalani hidup seperti itu, Maka Anda akan meminjam uang. Dan akhirnya hal ini menjauhkan Anda dalam membangun kesejahteraan Anda.

3.Anda tidak bisa menggolongkan : Ada sebuah nasihat kuno yaitu jangan meletakkan seluruh telur Anda dalam sebuah keranjang. Memiliki penggolongan dalam beberapa investasi akan mempermudah Anda dalam mencapai kesejahteraan.

4.Anda sering menunda : magic dari bunga akan bekerja baik pada jangka panjang. Jika Anda selalu berkata bahwa akan ada waktu untuk menyimpan atau menginvestasikan uang Anda di beberapa tahun ke depan, maka Anda akan menemukan diri Anda tanpa dana pensiun saat usia pensiun.

5.Anda tidak melakukan yang Anda sukai : walaupun pekerjaan Anda saat ini bukanlah impian Anda, namun Anda harus tetap menikmatinya. Jika Anda melakukan pekerjaan yang tidak Anda sukai karena uang, maka Anda akan mengeluarkan uang tambahan karena Anda stres dengan pekerjaan Anda.

6.Anda tidak suka belajar : Anda mungkin berasumsi setelah tamat kuliah berarti Anda sudah tidak perlu belajar sesuatu yang baru lagi. Sikap ini mungkin cukup hingga Anda mendapatkan pekerjaan, tapi Anda tidak akan mengalami peningkatan karir dan finansial yang baik.

7.Anda membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan : coba lihat di rumah Anda, cari barang yang tidak Anda butuhkan tahun lalu di semua ruang rumah Anda. Jika Anda menemukannya maka Anda kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan uang Anda lebih baik.

8.Anda tidak mengerti nilai : Anda membeli barang karena alasan lain bukan karena nilai dari barang tersebut. Contohnya membeli barang termahal, membeli barang termurah kualitas buruk. Penting bagi kita untuk mendapatkan harga terbaik untuk investasi masa depan.

9.Rumah Anda terlalu besar : Ketika Anda membeli rumah yang lebih besar dari yang Anda butuhkan atau bisa Anda beli, maka Anda akan dihadapkan pada masalah pembayaran kredit yang lama, pajak yang tinggi, biaya perawatan dan perlu barang untuk memenuhi rumah Anda. Mungkin beberapa orang berpikir dengan meningkatkan nilai dari rumah akan meningkatkan nilai investasi. Tapi kenyataannya Anda akan menurunkan standar hidup Anda ( kebanyakan orang tidak menginginkan cara ini ) dan rumah itu tidak akan menjadi aset atau uang yang likuid yang bisa Anda nikmati.

10.Anda melepaskan sebuah kesempatan berharga : Seringkali kita memiliki pikiran ketika melihat orang lain sukses memanfaatkan sebuah peluang, “seandainya saya memiliki pemikiran yang sama saat itu”. Sebenarnya Ada banyak peluang jika Anda memiliki kemauan dan tekad yang kuat untuk membuka mata Anda.

Bersih Tapi Gak Sehat

styrofoam kini banyak digunakan untuk wadah pengemas makanan seperti mi instan, burger, ayam goreng dan bakso. Namun tahukah Anda, bahwa styrofoam dapat memicu sel tumor dan kanker ?
Styrofoam umumnya berwarna putih dan terlihat bersih. Bentuknya juga simpel dan ringan. Dengan segala kelebihannya itulah maka styrofoam selalu menjadi pilihan bagi para pedagang untuk membungkus makanan. “Kalau pakai styrofoam kelihatan lebih praktis dan bersih. Sekali pakai langsung buang. Coba pakai piring, kan repot mesti dicuci dulu,” sebut Surya, pedagang mi ayam di bilangan Karya Jasa Medan. Lain lagi dengan Hans, salah seorang pedagang ayam goreng di kawasan Jalan Pancing, Medan. “Bentuknya simpel dan kelihatan eksklusif. Apalagi harganya juga murah,” sebut Hans.

Yah, praktis, nyaman, ringan dan ekonomis merupakan alasan mengapa orang tertarik menggunakan styrofoam. Di pasaran harga styrofoam hanya sekitar Rp 400 per buah. Jauh lebih murah dibanding daun pisang, yang umumnya dipakai oleh pedagang tradisional. Apalagi kelebihan utama styrofoam ini karena kemampuannya menahan panas. Tak heran kalau produk-produk sup dan minuman hangat di restoran cepat saji menggunakan wadah ini.
Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi industri pangan, aspek keamanan pangan bahan ini mulai dipertanyakan. Beberapa laporan penelitian dan riset ilmuwan pangan menunjukkan bahwa styrofoam memiliki potensi yang sangat membahayakan kesehatan manusia, karena dapat memicu sel tumor dan kanker.

Plastik
Di balik kelebihan styrofoam menahan panas inilah masalah utamanya. Styrofoam ini sesungguhnya masih tergolong keluarga plastik. Menurut penelitian para ahli, bahan pembentuk styrofoam yang disebut juga gabus, bersifat racun dan bisa mencemari makanan serta minuman. Terutama makanan yang masih panas dan berlemak ketika dimasukkan ke dalam wadah putih ini tak lama kemudian akan meleleh.
Plastik pada bahan styrofoam tersusun dari polimer, yakni rantai panjang dari satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer (bahan-bahan pembentuk plastik). Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat berpindah ke dalam makanan dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengonsumsinya. Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urine maupun feses (kotoran).
Penumpukan bahan-bahan kimia berbahaya dari plastik di dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker. Semakin tinggi suhu makanan yang dimasukkan ke dalam plastik, semakin cepat terjadi perpindahan ini. Apalagi bila makanan berbentuk cair seperti bakso, mi ayam, sup, sayuran berkuah dan sebagainya. Saat makanan panas ini dimasukkan ke dalam plastik, kita bisa lihat plastik menjadi lemas dan tipis. Inilah tanda terputusnya ikatan-ikatan monomer. Perpindahan monomer juga terjadi bila makanan atau minuman dalam wadah plastik terkena panas matahari secara langsung.
Mengandung Formalin
Mengutip pernyataan dosen teknologi pangan dari Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan Lanita Msc Med, pada plastik pembungkus makanan dan styrofoam juga ditemukan zat pengawet mayat. Berdasarkan penelitian, ujar Lanita, pembungkus berbahan dasar plastik rata-rata mengandung 5 ppm formalin. Satu ppm adalah setara dengan satu miligram per kilogram. Formalin pada plastik atau styrofoam ini, lanjutnya, merupakan senyawa-senyawa yang terkandung dalam bahan dasar plastik. Namun, kata dia, zat racun tersebut baru akan luruh ke dalam makanan akibat kondisi panas, seperti saat terkena air atau minyak panas. Karenanya, menurut Lanita, makanan yang masih panas jangan langsung dimasukkan ke dalam plastik atau kotak styrofoam.
Bersama formalin, luruh pula zat yang tak kalah racunnya yakni stiarin, yang biasa terkandung pada plastik. Lanita juga memberi perhatian khusus untuk pembungkus makanan berbahan dasar styrofoam. Seperti plastik, styrofoam mengandung muatan zat racun, terutama stiarin. Oleh sebab itu, hidangan panas yang akan disajikan ke dalam kotak styrofoam sebaiknya didinginkan dahulu dan diberi alas daun, jangan plastik.
Dengan sifat-sifatnya seperti itu, sudah selayaknya kita lebih berhati-hati menggunakan styrofoam. Kalau hendak menggunakan styrofoam untuk menjaga makanan tetap hangat, sebaiknya makanan dimasukkan terlebih dahulu dalam wadah tahan panas dan dijaga tidak ada kontak langsung dengan styrofoam.